Sylvia’s Passion Project – Bab Tiga

“Halo, bagaimana kerjaannya?” tanya WishPlus setelah muncul dari pojok ruangan.

“Ini tinggal menuliskan bagian penutup,kata Sylvia sambil menunjuk layar. 

Namun saat ia mengalihkan pandangan kembali ke layar yang terpampang bukannya laporan yang sudah dibuat berjam-jam. Melainkan tiga alternatif desain dengan logo masing-masing, semuanya terlihat menarik. “Ini benar seperti permintaan saya!” 

Sylvia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. “Wow, kamu bisa membuat tiga pilihan desain padahal saya membuat satu saja tidak sempat.” Ia bertanya pada WishPlus, “Kok bisa?”

WishPlus menggerakkan tangannya ke udara sambil mengeluarkan asap dan gemerlap.It’s magic!” 

Sylvia kemudian menepuk dahinya sendiri. Dia lupa kalau sedang berurusan dengan mahluk gaib. Perempuan itu duduk lebih dekat untuk memperhatikan lebih teliti. “Ini lucu tapi saya mau logonya ditukar dengan yang ini.” 

Sekali lagi, Sylvia menyerocos dengan semangatnya mengenai berbagai detil maka WishPlus hanya mengangguk-angguk sambil mencatat.
 
“Dan saya akan membutuhkan 100 lembar poster,pungkasnya. “Nah sekarang kembali bekerja… Oh no!” jeritnya. “Kemana perginya laporanku, tadi belum di-save! Masa harus buat dari awal lagi.” 
 
WishPlus menggulirkan matanya dan menyentuh layar. Bukan untuk menggunakan sihir, tapi semata untuk mengecilkan jendela preview dan menunjukkan versi laporan yang tersimpan oleh auto-save. “Biasakan untuk menyimpan hasil pekerjaan secara berkala.” 
 
“Iya, iya, kamu Genie atau karyawan IT sih?” tanya Sylvia. 
 
“Hehehe, kadang saya nyambi juga,” Kata Genie sambil mengelus janggutnya. “Jadi posternya 100 lembar, kertasnya jenis yang mana?” 

Sylvia kemudian mengernyitkan dahinya. “Yang mana ya? Bedanya apa?” Sylvia tidak terlalu yakin mana yang terbaik, karena kadang ia mendapati selembaran yang kertasnya terlalu tebal atau bahkan poster yang kertasnya terlalu tipis. 

“Biasanya saya terima jadi dari percetakan, meskipun kadang saya kurang puas sih.”
 
“Untuk kasus ini yang umum digunakan adalah art paper dan art carton, itu juga biasanya ditambah laminasi lagi kalau perlu. Beratnya ada macam-macam…”

WishPlus sudah bersiap untuk menjelaskan panjang lebar mengenai beda masing-masing kertas, karena ada pro dan kontra untuk masing-masing jenis. Namun Sylvia sudah mulai menunjukkan tanda kelelahan setelah seharian beraktivitas, maka WishPlus memutuskan untuk menjentikkan jarinya dan lalu puff… ada setumpuk contoh kertas yang tiba-tiba muncul.
 
“Nah, begini lebih jelas!” ujar Sylvia sebelum dia mulai memilih kertas dan bertanya kepada WishPlus tentang masing-masing pilihan. Akhirnya Sylvia memilih Art Carton 200 gram untuk poster ukuran A3. “Ok, saya mulai mengantuk padahal paragraf terakhir belum saya tulis,katanya sambil menguap. 

WishPlus kemudian merapal mantera dan menggerakkan tangannya, seakan sedang memainkan bola yang tidak terlihat. Sylvia memperhatikan dengan seksama, menunggu kapan asap akan muncul lagi. Tapi tidak terjadi apa-apa.

“Hehehe, ini cuma aksi belaka, saya tinggal menjentikkan jari kok sebenarnya,” WishPlus berkata sambil menyengir dan lalu menjentikkan jari. 
 
Beberapa lembar contoh cetakan tiba-tiba hadir di dalam pegangan Sylvia. Perubahan desain yang tadi diminta sudah diterapkan dan Sylvia juga bisa melihat seperti apa warna akan terlihat setelah tercetak. “Jadi saya tinggal pilih mau seperti apa?” tanyanya. 

Genie hanya mengangguk membenarkan. “Berarti permintaan pertama sudah terpenuhi ya?”

“Iya, terima kasih saya suka sekali dengan desainnya,kata Sylvia penuh semangat, kemudian ia menyodorkan salah satu contoh yang ada di tangannya. “Saya mau yang seperti ini 100 lembar.”

Your wish is my command!” kata Genie, yang kemudian menghilang lagi dalam kepulan asap. 

 


Hey how’s the work going?” WishPlus asked as he appeared from the corner of the room.

I only need to write this closing part,Sylvia said as she gestured to the screen

But when she turned her head back to the screen, she didn’t see the report she had been slaving away for the past hours. Instead there were three design alternatives displayed with their respective logos; they all looked attractive. “This is just what I wanted!” 

Sylvia couldn’t hide her excitement. “Wow, you managed to make three design alternatives when I couldn’t even come up with one. She asked WishPlus, “How is that possible?”

WishPlus gestured his chubby hands in the air as he produced smoke and sparkles. “It’s magic!”  

Sylvia gave herself a well deserved face palm. She totally forgot that she’s dealing with a magical being. The woman sat closer to the screen and paid closer attention to the details. This is cute but I want to switch the logo with the one you use here.” 

Once again Sylvia rambled passionately about all the details so WishPlus could only nod along as he takes notes.
 
And I’m going to need 100 copies of the poster,” she finally said.  Now it’s back to work… Oh no!” she screamed. “Where did my report go, I haven’t saved it! I don’t want to have to start over from scratch.” 
 
WishPlus rolls his eyes and touched the screen. Not in a magical way, but merely to minimize the preview window and show her the auto-saved version of the report. Make it a habit to periodically save your work.” 
 
Okay, okay, are you a Genie or the IT guy?” Sylvia joked
 
Haha, sometimes I take sidejobs,the Genie said while he caressed his beard. So 100 copies of the poster; what kind of paper?” 

Sylvia scrunched her forehead.What kind should I use? What’s the difference?” Sylvia wasn’t too sure about what would be her best option; sometimes she finds flyers that are just made too thick and even posters printed on material that are just too flimsy.   

I usually just leave that part to the print shop, though admittedly I’m usually not happy with the results.
 
For this purpose the common choice would be Art Paper or Art Carton, with additional laminate coating if needed. There are several grammage options…

WishPlus was ready to explain in detail about the difference with each kind of paper, there are pros and cons for each. But Sylvia has beginning to display signs of exhaustion after a full day of activities, so WishPlus decided to snap his fingers and poofa stack of sample paper appeared.
 
Now this is more like it!” Sylvia  exclaimed before she began to dive into the samples and asking about each of the ones she’s considering WishPlus. Sylvia went with Art Carton 200 gsm for the A3 posters. “Ok, I’m beginning to feel sleepy and I still have to write that closing paragraph,” she said between yawns

WishPlus then began to mumble spells and making hand gestures, as if he was playing with invisible balls.  Sylvia watches attentively, waiting for the smoke to appear. But there was none.  

Hahaha, those are just an act, I only need to snap my fingers,WishPlus said as he grins before finally snapping his fingers.  
 
Several print samples suddenly appeared in Sylvia’s hands. The design changes she requested had been implemented and Sylvia can also see how the color is gonna appear once it’s printed on paper. So all I need to do is choose which one to go with?” she confirmed.

Genie nodded in confirmation. Does this mean I’ve completely fulfilled the first wish?”

Yes you have, thank you I really love the designs,” Sylvia said, she then handed one of the print samples in her hand. “I wish for 100 copies of this.”

“Your wish is my command!” said the Genie before disappearing in a puff of smoke.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s