Sylvia’s Passion Project – Bab Dua

Monitor mulai berkedip dengan cepat, kekuatan cahaya yang dipancarkannya semaking menguat. Sylvia menutupi wajahnya sembari menjauh, kalau-kalau terjadi ledakan. Tiba-tiba layar menjadi kosong, Sylvia mengira asap akan mulai mengepul namun justru tidak terlihat sama sekali.  
 
Yang muncul malah suara senadung, bukannya suara mesin. Suara itu terdengar berat dan merdu, seperti senandung penyanyi bersuara baritone, dan semakin mengeras saat layar terlihat hidup kembali, menunjukkan sebuah halaman situs dengan formulir. “Apakah permintaan pertama anda?” suara berat tersebut tiba-tiba bertanaya, namun kali ini ada ada wujudnya.  
 
Sylvia menengok ke sebelah kirinya dan ia disambut pemandangan sebuah mahluk yang memiliki semua penanda visual stereotip yang umum digunakan pop culture barat untuk menggambarkan jin laki-laki dari Timur Tengah. Sylvia sama sekali tidak berusaha untuk menyembunyikan rasa kaget ataupun ketidakpercayaannya namun semua itu dikalahkan oleh rasa penasaran. “Siapa atau apakah anda?” 
 
Jin seketika mendengus dan mengerling, seakan baru teringat akan sesuatu. “Ah maaf, saya terlalu bersemangat untuk kembali beraksi sampai lupa memperkenalkan diri.” Ucapnya sembari mengulurkan tangan.  
 
“Saya WishPlus, your printing genie. Meskipun saya juga bisa sekaligus mengerjakan desain. Terima kasih sudah memanggil, jadi apa permintaan pertama anda?
 
“Apa? Saya tidak memanggilmu… tidak kan?” Tanya Sylvia. 
 
“Sebenarnya sih anda meminta kepada Google untuk dicarikan jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi, oleh karena itu saya disini.” 
 
WishPlus bercerita dengan menggunakan tangannya. “Jadi, dulu saya andalan semua orang setiap kali mereka membutuhkan jasa desain dan cetak. Tapi itu dulu,” kata Jin dengan nada kesal.  
 
Sylvia menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi setelah merasa bahwa jin tersebut tidak bermaksud buruk. Ia masih berusaha menerima kenyataan bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan seorang jin tapi setidaknya ia merasa aman berada di dekat jin tersebut. “Dulu?”
 
“Sebelum semua orang memutuskan untuk mencuri gambar dari Google kemudian membuat desain abal-abal dengan photoshop,” ujar Jin dengan sedih, “Apakah itu yang kamu mau? Saya tidak mau mengerjakan desain seperti itu. Saya peduli dengan keaslian serta penggunaan prinsip desain yang efektif.”
 
No no no no, itu sama sekali bukan yang saya mau.” 
 
Sylvia menggelengkan kepalanya karena kesal. “Saya mau desain yang bagus. Saya tidak mau gambar pasaran yang ditempeli tulisan dengan huruf norak. Saya tidak mau membuat orang sakit mata, tapi saya juga tidak mau sekedar mencuri logo dan desain  poster dari event lain. Ini proyek kesayangan, saya mau yang terbaik.” 
 
“Kalau begitu apa yang anda inginkan? Ceritakan kepada saya permintaan pertamamu,” kata jin dengan senyuman. 
 
Sylvia mengerjapkan mata sebelum menyerah. “Masa saya mau menolak pertolongan dari mahluk gaib? Apa saja deh asal masalah ini selesai.” 
 
Sylvia mengobrak-abrik catatannya untuk mengumpulkan beberapa contoh sebelum berbicara kembali dengan jin. “Saya membutuhkan logo untuk event dan saya juga butuh poster untuk mempublikasikan acara tersebut,” jelasnya sebelum mulai menceritakan segala rincian dan kebutuhan.   
 
“Temanya stronger and faster together jadi saya mau hal tersebut tergambarkan pada konsep desain, kata Sylvia menyerocos, “Tolong jangan sampai poster tersebut disalahartikan menjadi poster Sci-Fi convention seperti tahun lalu karena orang yang sebelumnya cuma meniru template.
 
WishPlus menyimak dengan seksama, dia bahkan meminta ijin untuk menggunakan computer  Sylvia agar bisa melengkapi formulir cloud-based yang dia gunakan. “Saya memang magis tapi bukan berarti saya ketinggalan jaman dan berantakan. Lanjut, apa lagi informasi yang mau anda cantumkan di poster?” 
 
Maka Sylvia pun melanjutkan penjelasannya, briefing berlangsung sampai setengah jam. “Maaf ya kalau saya ribet tapi saya tidak mau kalau sampai ada yang terlewat. Saya sudah menonton film Bedazzled dan saya tidak mau kalau sampai ada permintaan yang jadinya aneh karena saya kurang jelas.” 
 
Sylvia bergidik membayangkan kemungkinan adanya perwujudan permintaan yang gagal. Gambar keren tapi salah tanggal, poster yang informatif tapi kekecilan, logo yang mirip papan petunjuk toilet. Jin tersenyum hingga pipinya yang bulat terlihat semakin gembul. “Paham, percayalah ini bukan pertama kalinya saya mengerjakan hal semacam ini.” 
 
Ia beranjak dari kursi Sylvia dan mempersilahkan perempuan tersebut untuk kembali ke depan komputer. “Kalau tidak salah anda punya banyak tugas lain malam ini, bagaimana kalau anda mengerjakan yang lain dulu sementara saya menyuntikkan sedikit keajaiban pada desain-desain ini.” 
 
Jin tiba-tiba menghilang dalam satu kepulan asap. “BIAP” terdengar menggema di dalam ruangan, dengan suara berat dan merdu yang sama.
 
“BIAP itu apa?” Tanya Sylvia.
 
WishPlus tiba-tiba muncul kembali. “maksudnya Back in a puff,” katanya sebelum menghilang lagi.
 
Sylvia sudah bukan kebingungan lagi, namun sayangnya dia bahkan tidak memiliki waktu barang lima menit untuk terbengong memikirkan apa yang barusan terjadi. Sylvia menenggak seteguk air dan kemudian mengerjakann laporan yang harus diserahkan keesokan harinya. Ia lupa berapa lama terpakai untuk mengerjakan laporan tersebut, namun saat ia menjelang akhir pekerjaan tiba-tiba ada asap lagi yang mengepul untuk keempat kalinya malam itu.

The screen started blinking rapidly; the intensity of the light it emitted grew stronger. Sylvia covered her face as she backed away, fearing an explosion. The screen went blank all of a sudden; Sylvia half-expected smoke to start billowing but there was none. 

A hum began instead, and not the mechanical kind. It was a deep, melodious kind, like one of a baritone singer, and it grew stronger as the screen started flickering to life, showing what looks like a web page with a form. “What is your first wish?” the deep humming voice suddenly asked, but this time it came from a being. 
 
Sylvia looked to her left and she was greeted by the sight of a being that resembles all the stereotypical visual cues western pop culture uses to portray a Middle-Eastern male genie. Sylvia made no attempt to disguise her surprise and disbelief but her curiosity got the best of her. “Who or what are you?” 
 
The genie huffed and rolled his eyes, as if he was suddenly reminded of something he had forgotten. “I’m sorry. I was too excited to get back into action that I forgot my manners, he said as he extended his arms. 

“I am WishPlus, your printing genie. Although, I can also be your design genie. Thanks for calling me up, now what is your first wish?”
 
“What? I didn’t call you up… did I?” Sylvia asked. 

“Well technically you asked Google for an answer to your problem and here I am.” 

WishPlus gestured with his hands. “You see, I used to be everyone’s go-to guy whenever they need to get some nice things designed and printed. But that was before,he said with a frown. 
 
Sylvia relaxed in her chair after sensing that the genie meant her no harm. She was still trying to accept the fact that she was having a conversation with a genie but she felt safe around him. “Before what?”
 
“Before everyone decided to just steal images from search engines and create franken-designs with Photoshop,the genie lamented, “Is that what you want? I can’t give you those kind of designs. I actually care about originality and proper effective design principles.”
 
“No no no no, that’s absolutely not what I was looking for.” 

Sylvia shook her head in disgust. “I want good designs. I don’t want an overused image pasted over with clashing fonts. I don’t want eyesores, but I also don’t want to just steal some other event’s logo and poster design. This is my passion project; I want the best.” 

“Then what are you waiting for? Tell me your first wish,he said with a smile. 

 Sylvia batted her eyes before shrugging. “Who am I to refuse help from a magical being? At this point I’ll take anything I can get.” 

She went rummaging through her notes and collected several pieces of references before turning back towards the genie. “I need a logo for my event and I also need a poster to publicize the event,she said before going on about the details and requirements. 

“The theme is stronger and faster together so I need that to be conveyed in the design concept,” Sylvia started rambling, “Please don’t let the poster be mistaken for a Sci-Fi convention poster. It happened last year because the guy used a template he copied.”

WishPlus listened intently; he even asked permission to use Sylvia’s computer to complete his cloud-based form. “I’m magical but that doesn’t mean I’m old-fashioned and disorganized. Go on, what are the information you need on the poster?” 

Go on Sylvia did; she briefed the genie for half an hour. “Look, I’m sorry if I sound too pushy but I just wanna cover all my bases here. I watched Bedazzled and I don’t want to get any weird incomplete wish by being too vague.” 

Sylvia shivered at the possibilities from incomplete wishes. The genie smiled, making his rounded cheeks appeared even chubbier. “I understand; believe me this is not my first time handling this.” 

He stood from Sylvia’s chair and gestured her to computer. “I believe you have other things to do tonight, why don’t you go work on them while I work my magic with the designs.” 

He disappeared in a puff of smoke.BIAP” echoed around the room, in the same deep melodic voice.

“BIAP?” Sylvia wondered out loud.

WishPlus appeared instantly. “Back in a puff,” he responded and disappeared once again.

To say that Sylvia was dumbfounded was an understatement, but being dumbfounded for five minutes was a luxury she can’t afford right now. Sylvia took a gulp of water and got working on her report. She couldn’t remember how long she took to work on her report, but as she was nearing the end of the report a puff of smoke appearedfor the fourth time tonight.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s